Ternyata tidak cuma Marvel saja yang punya tokoh super johan. Tahun ini akan tayang film Gundala yakni film super hero Indonesia yang digarap oleh sutradara ternama, Joko Anwar. Kamu yang lahir sebagai generasi milenial mungkin tidak mengenal Gundala sebaik mengenal Captain America.

Pada dasarnya, Cerita Gundala Putra Petir merupakan kecek super hero yang diciptakan oleh Harya Suryaminata, almarhum komikus terpopuler Indonesia. Komik ini diluncurkan pertama periode pada tahun 1969-1982 sebanyak 23 judul.

Namun sejak tahun 2005, penerbit Bumilangit kembali menerbitkan komik Gundala. Dan dari sinilah awal mula bermunculannya komik Gundala hasil ciptaan para fans di mana komik fan made terakhir dirilis pada tahun 2009.

Histori film Gundala

Sesungguhnya sebelum diangkat ke layar lebar seperti sekarang, Gundala Putra Petir pun sudah merambah layar perak di tahun 1981. Dahulu, film Gundala disutradarai oleh Lilik Sudijo yang berkolaborasi beserta PT. Cancer Mas Film.
bioskopkeren21

Untuk memerankan tokoh Gundala Putra Petir, Teddy Purba dipilih sedangkan aktor W. D Mochtar memerankan kepribadian Ghazul. Walaupun setting lokasinya bukan di Yogyakarta sebagaimana yang tertulis dalam komik. Film Gundala ini cukup sukses mengangkat jalur kecek berdasarkan pada komik Hasmi.

Gaung film yang tahu sukses tahun 80-an redup, kini akan kembali hadir di tahun 2019. Tepat pada 2017 lalu, Joko Anwar mengumumkan jika dirinya akan memproduksi Film Gundala new version bersama Abimana Aryasatya sebagai pemeran Gundala.

Proses garapan filmnya otonom dilakukan sejak September 2018 dan rencananya akan ditayangkan di pertengahan tahun tersebut. Film super hero utama anak negeri ini barangkali digarap oleh sutradara dan para pemain baru. Akan tetapi untuk jalan ceritanya otonom, Joko Anwar tetap memakai alur cerita yang sama seperti ciptaan Harya Suraminata (Hasmi).

Fakta memukau tentang film Gundala 2019

Sebelum kamu menonton filmnya pada Agustus 2019 nanti, tidak ada salahnya untuk mengerti beberapa fakta menarik seputar film Gundala. Termasuk kelurusan hati tentang para pemeran apalagi kostum yang mereka pakai:

  1. Diadaptasi dari komik super jadul tahun 60-an

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, film ini digarap berdasarkan komik “Gundala Putra Petir” yang dirilis pertama kali tahun 60-an. Dan kabarnya, film Gundala 2019 ini adalah karya terbaru yang dirilis 50 tahun pasca komik pertama diterbitkan.

Gundala mengisahkan perjalanan hidup Sancaka, seorang insinyur yang secara mengejutkan memperoleh kekuatan super setelah terkena sambaran petir.

  1. Karakter tertinggi hero khas Indonesia

Jika kamu belum move-on dari film Avengers: Endgame atau Spiderman, kiranya film Gundala bukan genre film super hero yang kamu cari. Karena Joko Anwar, tidak berusaha mengatur film dengan format super hero khas Hollywood.

Kepribadian super hero yang disajikan dalam film Gundala adalah karakter super hero khas tanah air yang benar-benar mengangkat nilai-nilai kearifan provinsial. Film ini berusaha sebaik mungkin menggambarkan perjalanan kehidupan orang biasa yang kemudian berubah menjadi pahlawan super penindak kejahatan.

Tujuan yang utama digarapnya film ini tidak hanya mengobati kerinduan fans akan komik Gundala Ananda Petir, tapi turut menjemput generasi bangsa untuk degil bertindak dan bersikap setimpal.

  1. Diperankan oleh aktor dan aktris ternama

Joko Anwar sebelumnya merahasiakan nama-nama pemeran tokoh film Gundala terutama pemeran tokoh yang utama. Namun belakangan ini diketahui jika pemeran utama pada film Gundala adalah aktor Abimana Aryasatya. Sedangkan watak Merpati akan diperankan sambil Tara Basro.

Pada mulanya, Abimana menolak peran Gundala yang ditawarkan Joko Anwar padanya karena masih punya proyek film lain yang belum tuntas. Tapi, rezeki kegigihan Joko Anwar yang mau menunggu, pada akhirnya peran Gundala tetap akan dimainkan oleh Abimana.

  1. Perubahan kostum Gundala

Kostum Gundala pada film terdahulu tentunya sangat berbeda secara kostumnya yang sekarang. Bila sebelumnya, kostum Gundala terlihat sangat klasik maka kini sengaja dibuat lebih modern.

Joko Anwar berpendapat jika sudah sewajarnya, kostum Gundala dibuat nyaman dan realistis. Sehingga pemeran bisa mengenakan dan melepaskan kostum beserta mudah saat dibutuhkan di pengambilan gambar.

Dalam seragam Gundala, kita akan mengamati beberapa detail unik termasuk pemakaian masker, goggles apalagi kuping bersayap. Penjelasan tentang penambahan detail tersebut akan dijelaskan secara mendetail langsung dari filmnya.

  1. Tulis skenario pada kuburan dan museum

Selaku sutradara, Joko Anwar pun ikut dan dalam proses penggarapan sketsa film Gundala. Dan walakin telah mengerjakan banyak pesanan film termasuk film Pengabdi Setan dan Rumah Dara yang berhasil populer sampai mancanegara. Joko mengakui kalau proses penulisan skenario daripada film Gundala adalah prosedur yang paling sulit dan melelahkan.

Bahkan untuk bisa fokus menulis skenario, Joko harus pergi ke tempat yang sangat tenang dan sunyi seperti kuburan & museum. Beruntungnya, skenario film Gundala berhasil diselesaikannya selama 4 bulan.

  1. Special effect yang super keren

Seperti penjelasan sebelumnya, film Gundala bukanlah jenis film super hero yang dirilis dan dijalankan oleh DC atau Marvel. Jadi point effect yang berada di dalamnya tidak akan sebaik dan sekeren film garapan Hollywood.

Meskipun begitu, film Gundala tetap menggunakan special effect untuk menunjang jalannya cerita tapi penggunaannya bukan sedramatis film super johan Hollywood. Dan melalui sendi ceritanya, Joko Anwar tetap jika film super johan khas Indonesia ini bakal layak bersanding dengan film super hero lainnya.

  1. Termasuk di genre ‘Dark Movie’

Meskipun disebut-sebut sebagai film super hero, film Gundala bukan berarti mengangkat tema yang ceria. Telanjurkan film ini mengangkat faktor dark yang sangat sanding, terbukti dari banyaknya putaran perkelahian dan unsur action lainnya. Walau banyak menyusun adegan action, film ini masih bisa dinikmati sama semua penonton termasuk mereka yang suka nonton film ringan.

  1. Teori semesta Gundala

Lebih lanjut lagi Joko Anwar mengungkapkan bila film garapannya ini tidak serta merta akan hidup sendiri. Melainkan akan tampil semesta Gundala, pada kesudahannya karakter super hero yang diperkenalkan bukan hanya Gundala saja, tapi ada juga karakter hero lainnya.

Beserta demikian, diharapkan para fans bisa mempelajari tentang beberapa toko super hero utama Indonesia, termasuk Godam, Aquanus dan Maza. Karakter superhero ini pertama kali hadir dalam adaptasi komik Nasionalis yang diterbitkan pada tahun 1996.

Menonton film berkonsep super hero sebenarnya tak hal yang baru lagi bagi penggemar film tanah air. Mengingat, beberapa tahun belakangan ini Hollywood penuh menghadirkan film genre tertinggi hero sedari Spiderman, Iron Man bahkan Avengers yang menghadirkan banyak tokoh teruk hero dalam satu film.

Tidak mau kalah secara Hollywood, Indonesia pun punya beberapa tokoh super johan yang gaungnya bahkan telah dimulai mulai tahun 60-an yang populer dalam komik Gundala Putra Petir.

Kamu yang gemar menonton film tertinggi hero, maka jangan lewatkan film super hero utama karya anak bangsa ialah Joko Anwar yang katanya akan segera dirilis Agustus 2019. Sebagai referensi informasi bagi yang belum tau tentang tokoh super hero Indonesia, simak kembali kelurusan hati menarik tentang film Gundala dan sejarah asal usulnya di atas.

 

Deskripsi : Penggemar film super hero Marvel? Eitts… jangan cela, karena rupanya Indonesia pula punya sosok super johan yaitu film Gundala yang akan tayang tahun tersebut!